Tampilkan postingan dengan label Ibu Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Anak. Tampilkan semua postingan

Perhatikan Gizi Yang Baik Bagi Ibu Hamil


Disaat mengandung, apakah Anda sudah betul-betul merencanakan kehamilan itu atau tidak merencanakan sebelumnya sama sekali? Merencanakan sebuah kehamilan bukan Cuma berarti berusaha untuk berhubungan intim lebih sering bersama sang pasangan, tapi juga kita harus berkomitmen mempersiapkan sel telur serta sperma berkualitas, dan juga rahim sang calon ibu disaat mengandung nanti, perhatikan gizi yang baik bagi ibu hamil.

Banyak orang yang tak merencanakan sebuah kehamilan dengan baik, hingga mereka tak cukup kuat secara gizi serta nutrisi. Kualitas sperma, sel telur, dan rahim ini amat dipengaruhi oleh pasokan gizi yang dimiliki oleh sang pasangan. Oleh sebabt itu sebelum Anda hamil seharusnya sipasangan telah memikirkan status gizi mereka masing-masing. Jika tidak, ini dapat berakibat kepada perkembangan si janin, terutama pada otak anak, yang tidak dapat optimal nantinya. Persiapan gizi bagi ibu hamil tersebut bahkan sudah pelru dilakukan sebelum terjadi proses ovulasi atau pembuahan. Dengan begitu ketika terjadi pembuahan, si rahim sudah siap untuk berbagai cadangan makanan yg maksimal guna memenuhi kebutuhan perkembangan si anak.

Sampai saat sekarang ini banyak sekali pasangan yang baru mengetahui kehamilan mereka setelah janin berkembang di rahim dua minggu. Jika kondisi gizi ibu hamil tak baik, maka perkembangan untuk saraf anak akan bisa terganggu. Dan saat mereka baru tahu kalau mereka telah hamil dua bulan, bisa jadi semuanya ini sudah agak terlambat.

Semenjak terjadinya proses ovulasi, sebetulnya proses pembentukan saraf sang anak sudah dimulai. Disaat tak ada cadangan makanan serta nutrisi yang tepat di dalam rahim ibu, maka pembentukan saraf ini akan terganggu serta tidak sempurna.

Dalam waktu 0 bulan setelah ovulasi, maka pembentukan saraf serta perkembangan motorik sang anak sudah mulai terbentuk. Meskipun begitu tidak berarti anak akan dapat menjadi cacat ataupun mengalami kelainan fisik, tapi perkembangan otak serta saraf motorik anak nanti tetap tidak dapat sempurna. Tetapi, jika ini sudah terlanjur kehamilan, maka efek buruknya dapat dicegah dengan mengkonsumsi lebih banyak makanan mengandung DHA. Hal tersebut disebabkan otak sang anak 40 persennya terbentuk oleh DHA. Salah satu dampak kekurangan DHA pd anak ialah anak dapat kurang konsentrasi, dan daya ingatnya lemah, serta kesulitan memecahkan sebuah permasalah, dan penglihatan berkurang.

Proses dari pembentukan saraf yg telah rusak ini tak bisa diperbaiki, tetapi dapat dicegah supaya tidak lebih parah. Maka dari itu sebaiknya sebelum Anda hamil perhatikan terlebih dahulu status gizi Anda, supaya perkembangan otak sang anak nantinya bisa optimal. DHA bisa didapat dari hewani seperti ikan tuna, salmon dan gindara, dgn tingkat omega-3 yang cukup tinggi.Nah maka dari itu perhatikan gizi yang baik bagi ibu hamil.

Perhatikan Gizi Yang Baik Bagi Ibu Hamil 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Tips Dan Cara Mengajak Anak Ke Dokter


Tips Dan Cara Mengajak Anak Ke Dokter - Kita sebagai orangtua sebaiknya mulai mengajak anak ke dokter mereka mulai tumbuh. Pada kunjungan pertama tersebut tujuannya tidak selalu untuk mengobati penyakit, tapi bisa saja hanya sekedar konsultasi dan juga sebagai suatu cara agar membuat mereka mulai merasa familiar dan mengenal dokternya, nantinya ia tidak takut lagi suatu saat kembali, bahkan untuk tujuan berobat kalau sakit. Begitulah yang disarankan oleh banyak dokter dunia.

Waktu setiap kunjungan, para dokter umumnya akan memeriksa keadaan atau kondisi si anak guna melihat apakah si anak membutuhkan penanganan terhadap penyakitnya. Selain itu juga, si dokter juga mengajari si anak (dan juga orang tua) bagaimana melakukan hal-hal untuk dapat hidup sehat. Seperti selalu mencuci tangan sebelum makan misalnya. Jika anak sudah berumur cukup besar disaat diajak ke dokter, pastinya Anda perlu kerja ekstra agar si anak mau datang berobat ke dokter. Terlebih banyak cerita menakutkan yang di dengar si anak mengenai dokter. Karena itu, Anda dapat menyiapkan mental anak dengan mengikuti tips-tips di bawah dari kami:

1. Jelaskan pada mereka apa yang akan terjadi di dalam ruang praktek dokter itu, namun Anda usahakan agar menjelaskannya dengan bahasa sederhana. Contohnya dengan mengatakan bahwa dokter nanti akan meraba kening atau sekedar menempelkan stetoskop ke dada. Begitupun saat anda dan anak sudah berada di ruang dokter tersebut. Mintalah si dokter agar menjelaskan pada si anak apa yang akan dilakukan pada si anak tersebut, hingga mereka tak langsung ketakutan.

2. Kalau Anda pernah punya pengalaman buruk dgn dokter sewaktu kecil, janganlah sekali-kali menceritakannya pada anak Anda. Sedapat mungkin hindari memakai kata-kata misalnya "suntik", sebab ini akan membuat mereka jadi semakin takut untuk datang ke dokter. Juga hindari  berbohong bahwa di suntik itu tidak sakit sama sekali. Orangtua harus memberi contoh yang benar dan baik. Rasa takut anak terhadap dokter lebih banyak karenakan dia melihat Anda saat itu juga takut pada si dokter. 

3. Hindarkan kebiasaan Anda untuk mengancam si anak jika nakal akan di bawa ke dokter. Banyak sekali orangtua juga seringkali berkata akan membawa si anak ke dokter untuk disuntik jika dia nakal, tidak menggosok gigi atau malas mandi. Cara ini amat tidak benar, sebab hanya akan memperburuk image dokter di mata sang anak.

4. Dianjurkan bagi Anda untuk mencarilah buku-buku atau literature yang menceritakan tentang pengalaman seorang anak saat datang ke dokter. Tentu saja cerita yang mengenai hal-hal yang positif tentang dokter. Buku seperti ini bersifat edukasi serta memberikan pengaruh yang positif bagi si anak dan sangat efektif dalam merobah pandangan anak terhadap dokter.

5. Tidaklah semua anak mesti ditunggui orangtua saat diperiksa dokter, ada beberapa anak yang malah bisa merespons baik terhadap dokter mereka jika mereka sendiri yang diperiksa ketimbang ditemani orangtuanya. Tak ada salahnya kalau Anda tinggal keluar sebentar, daripada Anda tetap berada di dalam dan membuat pekerjaan sang dokter jadi terganggu. Katakanlah pada anak kalau Anda ada menunggu di luar. Semoga artikel Tips Dan Cara Mengajak Anak Ke Dokter dapat bermanfaat bagi Anda.
Tips Dan Cara Mengajak Anak Ke Dokter 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Mainan Anak Yang Mendidik

Mainan anak yang mendidik
Mainan anak yang mendidik memang bisa membantu dalam menstimulasi perkembangan otak sianak. Namun sayangnya, sekarang ini banyak sekali bermunculan aneka mainan yang yang diklaim edukatif dan dapat membantu meningkatkan otak sianak. Padahal, meskipun diklaim sebagai mainan yang edukatif, sebenarnya tak ada mainan yang dapat mendidik sang anak dengan sendirinya, demikian pula menurut praktisi pendidikan Ny.Najelaa Shihab. Selain daripada itu, semua mainan sebenarnya dapat membantu stimulasi otak anak kita.

Najeela juga mengungkapkan, mainan yg berlabel edukatif tak serta-merta menstimulasi anak dgn sendirinya, tapi tetap membutuhkan bimbingan orangtua. Maka dari itu boleh dibilang, yang dapat menstimulasi otak si anak ialah semua jenis permainan yg sesuai dengan umur anak.

"Sekalipun hal itu dibilang mainan yang mendidik atau edukatif namun jika tak ada pendampingan orangtua tetap saja tidak bisa menstimulasi dengan maksimal," kata Najelaa, waktu talkshow yang digelar pada acara Breastfeeding Fair 2012 Grand Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

Saat memberi mainan pada anak, Anda tetaplah berinteraksi dengan sang buah hati. Sebab menurut Najelaa, banyak para orangtua yang Cuma memberikan mainan pada anak namun membiarkan mereka asyik bermain sendiri dengan mainan tersebut. Dgn pola pengasuhan seperti begiini, stimulasi otak anak tak akan berjalan dengan baik.

"Para orangtua haruslah mendampingi, untuk cuma sekadar memberikan penjelasan atau pertanyaan tipe permainan pada si anak. Pokoknya hal yang paling penting haruslah ada bimbingan dari orangtua walaupun hanya sebentar," katanya. Proses edukasi oleh orangtua itulah yang membuat mainan tersebut dapat menjadi mainan edukatif .

Proses pendampingan orangtua tersebut akan membuat anak sanggup merangsang imajinasinya dlm bermain, serta membantu dalam perkembangan kognitifnya. Proses pendampingan tak harus dilakukan selama anak bermain, tapi hanya cukup beberapa menit waktu mereka baru memulai bermain. Sesudah anak tahu cara memainkan lalu sudah asyik dengan mainan tersebut, Anda dapat melanjutkan kegiatan sendiri.

"Cuma saja anak haruslah tetap diawasi, supaya tidak terjadi hal yg tak diinginkan," ujarnya pula.

Pemberian mainan anak yang mendidik melalui pengawasan orangtua justru sanggup merangsang otak si anak supaya lebih maksimal, jika dibandinkan dengan cuma membiarkan anak menonton televisi.
Mainan Anak Yang Mendidik 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Anak Terlambat Berjalan

Anak Terlambat Berjalan
Normalnya Rentang usia anak bisa berjalan sebetulnya cukup bervariasi, dimulai dari usia 9 sampai dengan 18 bulan.

Ini terlepas dari kemampuan fisik sang anak, pendapat pakar psikologi perkembangan anak The State University of New Jersey, Amerika Serikat Dr. Judith A. Hudson, memanjakan anak seringkali menjadi penyebab. Misalnya, dikarenakan takut anak terjatuh saat belajar berjalan, ketika melangkah miring sedikit saja, orang tua langsung memeganginya. Trauma saat latihan berjalan juga dapat menjadi penyebab mengapa anak terlambat berjalan, misalnya waktu pertama kali ia melangkah, lalu jatuh dan terluka.

Yang perlu dikhawatirkan penyebab anak tidak kunjung dapat berjalan adalah Hipotonia dan Hipertonia. Hipotonia yaitu kondisi yg ditandai dengan menurunnya berat otot si anak. Sedangkan Hipertonia adalah kondisi yg ditandai dgn kenaikan berat otot sang anak. Atau keterlambatan untuk berjalan diasosiasikan dgn masalah pada perkembangan mental si anak, seperti halnya keterbelakangan mental.

Anda tidak perlu khawatir kalau tidak terdapat gangguan pada saraf atau kelainan pada otot yang diderita sang anak. Cepat atau lambat si anak pasti akan dapat berjalan.

Solusinya Anak Terlambat Berjalan :
  1. Anda lakukan pemeriksaan neurologis, yaitu penilaian pada fleksibilitas dari sendi, kekuatan pada otot dan bermacam gerakan dgn ahli syaraf.
  2. Ajaklah sianak untuk dititah. Yaitu cara tradisional yang terbukti ampuh dalam merangsang kemampuan sang anak untuk berjalan.
  3. Anda lakukan fisioterapi yang direkomendasikan dokter bila latihan berjalan di rumah tidak maksimal hasilnya. Anda akan mendapat tips penguatan otot kaki si anak di sana nanti, agar anak dapat cepat bisa berjalan.
Anak Terlambat Berjalan 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Advertisement